Mengatur boot loader pada Ubuntu   Leave a comment

Dual boot pada komputer ? kenapa ngga’ ?, Jika pada komputer sudah diinstal sistem operasi Windows, selanjutnya kita juga menginstal sistem operasi lain seperti Ubuntu, maka…
he..he..e.. pada waktu booting akan tampil pilihan untuk menentukan sistem operasi mana yang akan digunakan, jika ingin menggunakan Ubuntu, pilih ubuntu, kemudian tekan enter, dan jika ingin menggunakan windows, … lanjutkan sendiri.

Secara default, jika kita menginstal Ubuntu sesudah menginstal Windows, sistem akan booting menggunakan Ubuntu, tapi kita bisa saja merubah defaultnya menjadi Windows (biasaaa.., si temen lama en udah sangat familiar banget).

Caranya ;
Booting menggunakan Ubuntu, login sesuai dengan user yang sudah dibuat. Konfigurasi booting ini tersimpan pada /boot/grub, dengan nama menu.lst

Ada dua cara untuk merubah konfigurasi ini,

Cara Pertama , menggunakan Terminal. Aplikasi ini terletak pada application>accessories>terminal
Nah, setelah terminal kebuka, kira2 tulisannya spt ini :

user@name-$:

ketikkan perintah : sudo gedit /boot/grub/menu.lst

selanjutnya kita diminta untuk memasukkan password, masukkan password yang sudah dibuat.
Jika benar, sebuah jendela teks editor dari menu.lst akan terbuka. Berisi angka-angka dan tulisan-tulisan yang cukup membingungkan (terutama bagi saya, he..he..he).

Tapi yang perlu diubah hanya angka yang terletak pada :

default 0
dan
timeout 10

angka 0 di atas menunjukkan default booting adalah konsekwensi yang terletak pada baris pertama pada tampilan pilihan booting. Untuk Windows biasanya (tolong diperhatikan !! ini biasanya lho, bukan berarti mutlak !) gunakan angka 4 (maksudnya angka 0 nya dihapus, trus tuker ama 4, gitu…)

dan time out maksudnya delay waktu menunggu sebelum sistem mengeksekusi default booting. Kalau dirasa 10 detik cukup lama, kalo mau lebih cepat bisa diganti ama yang lebih kecil (tau sendiri kan ?), yach … misalnya 3, 5 de el el.

Selanjutnya simpan hasil perubahan (wah ini sudah pada hapal bener nih !), of course Save.

Trus keluar dari aplikasi tersebut.

Cara Kedua, langsung aja buka file menu.lst yang terdapat pada /boot/grub menggunakan aplikasi gedit, tapi sebelumnya harus login dulu sebagai root, kalau tidak, dijamin tidak akan bisa menyimpan perubahan yang udah dilakukan.

Setelah selesai merubah konfigurasi boot tadi, coba restart lagi komputernya, default pilihan akan berada pada angka default yang tadi udah dituker. (kalo bener lho.., kalo salah, ya tanggung ndiri akibatnya)

Melakukan perubahan pada konfigurasi boot tsb, harus hati-hati lho, terutama buat yang sangat newbie spt saya. Ingat !!! jangan sembarangan main ubah aja, resikonya kompi anda ngga’ akan bisa booting 
(kecuali dilakukan oleh ahlinya, hik..hik..hiks!). tapi bener lho, saya mohon dengan segala kerendahan hati, tolong hati-hati yaaach !

Advertisement

Posted July 6, 2008 by fikee in Ubuntu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.